Wednesday, 18 April 2018

UNITY RUN - Asia Africe Week 2018

Kegiatan Fun Run yang juga mengajak peserta melewati Bangunan Cagar Budaya yang ada dikota Bandung yang selama ini tidak banyak diketahui. Kegiatan ini dibagi kedalam 4 kategori yaitu : Umum, Pelajar, Atlet, Kids Dash dengan memperebutkan hadiah menarik dan ratusan doorprize. 
 
Kegiatan ini dilaksanakan pada  :
Tanggal : 29 April 2018
Pukul : 05.00 - selesai

Start & Finish Jl. Asia Afrika

Contact informasi. +62 822-9198-5449 (Rizky Maulana) 

bandung tourism

Jangan Lewatkan Pentas Kangen Jogja 21 April 2018

Pentas seni yang rutin diadakan pada hari sabtu, dalam satu bulan sekali oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 April 2018. Bertempat di Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret, Benteng Vrederburg. Acara Pentas Kangen Jogja dimulai pada pukul 19.00 – 22.00 WIB.

Tidak hanya kesenian asli dari Yogyakarta, melainkan ada juga kesenian dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia yang dipentaskan setiap bulannya.
Acara Pentas Kangen Jogja diadakan guna menambah minat kunjung wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. hal ini juga bertujuan untuk memberikan hiburan rutin setiap bulan kepada masyarakat Yogyakarta dengan mempersembahkan budaya-budaya Yogyakarta dan juga dari seluruh Indonesia.

Dinas pariwisata Jogja 

Wednesday, 6 December 2017

Diskusi Buku Pendekar Bahasa dan Budaya


Buat teman-teman yang suka dengan buku-buku bertema sejarah dan budaya yuk datang di acara diskusi buku "Pendekar Bahasa dan Budaya Abdul Chaer", bersama Bapak Muhadjir, Ibu Ninuk Kleden, Ibu Jualianti Parani, dan Ivan lanin, Zen Hae.
 
Pada hari dan tanggal Jum'at 08 Desember 2017, pukul 16.00-20.30 WIB
Lokasi di Bentara Budaya 
Jl. Palmerah Selatan 17
Jakarta 10270
T. 021 - 5483008 ext. 7910-13


Thursday, 16 November 2017

Riwayat Puncak Jaya / Cartensz Pyramid Sebagai Salah Satu Dari Seven Summits Dunia


Indonesia patut bangga menjadi negara yang memiliki salah satu dari Seven Summits dunia, yaitu Puncak jaya/Carstenz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua. Namun sebelum menjadi salah satu dari puncak tertinggi di dunia, Puncak Cartensz tidak pernah di usulkan oleh sang pencetus ide konsep 'Seven Summits' yaitu Dick Bass
.
Dick Bass merupakan seorang pendaki asal AS yang sudah mendata beberapa puncak tertinggi di dunia. Alasan Dick Bass tidak memasukan Puncak Carstensz karena benua Asia sudah diwakili oleh Gunung Everest. Kala itu, Dick Bass menggantinya dengan Gunung Kosciuszko yang punya ketinggian 2.228 mdpl di Australia
.
Kemudian, beberapa pendaki legendaris lainnya yaitu Patrick Allan Morrow dan Reinhold Messner mempunyai pendapat berbeda dengan Dick Bass. Pasalnya mereka berdua pernah mencicipi Seven Summit yang diutarakan Dick Bass, dengan tambahan Puncak Carstenz yang dianggap lebih menantang daripada Gunung Kosciuszko
.
Selain itu, Puncak Carstenz punya satu kesamaan dengan puncak tertinggi di dunia yaitu masing-masing mempunyai salju abadi. Karena terdapat salju abadi, tantangan di Puncak Carstensz juga sama halnya dengan mendaki seperti di Puncak Everest. Para pendaki harus berhati-hati terhadap angin kencang, badai salju dan juga hujan es
.
Dua konsep inilah yang ramai jadi perbincangan para mountaineer dunia saat itu, konsep seven summit versi Dick Bass, dan konsep seven summit versi Pat Morrow, namun ada juga sebagian pendapat lain yang lebih memilih jalan tengah, yaitu seven summit akan komplit  jika mendaki kedua gunung  tersebut, Carstensz Pyramid dan juga Kosciuszko
.
Keduanya, Dick Bass dan Pat Morrow, menjadi pemegang rekor pendaki pertama di dunia pada konsep seven summit masing masing, namun kemudian Pat Morrow selangkah lebih maju dengan juga mendaki puncak Kosciuszko di Australia
.
Dick Bass telah meninggal dunia saat ini, namun warisan dan namanya dalam sejarah pendakian gunung dunia, tetap akan menjadi salah satu topik yang akan abadi, sebagai salah satu pencetus konsep seven summit yang pertama. Namun seiring berjalan waktu, seven summits versi Pat Morrow dan Reinhold Messner yang kini lebih dipilih oleh para pendaki.


sumber : Gunung Indonesia

Pameran Kedaulatan Sriwijaya "THE GREAT MARITIME EMPIRE" Museum Nasional Indonesia



Masih belum mampir ke pameran Kedatuan Sriwijaya?
Yuk mampir ke Museum Nasional Indonesia!
Ikuti kisah sejarah panjang Sriwijaya dalam pameran keren:

KEDATUAN SRIWIJAYA
THE GREAT MARITIME EMPIRE
MUSEUM NASIONAL INDONESIA

Pameran berlangsung mulai tanggal 4-28 NOVEMBER 2017 
Pukul 10.00-20.00 WIB
Lokasinya di MUSEUM NASIONAL INDONESIA, Jakarta Pusat

Di tunggu yaa kedatangannya sahabat jalur rempah.
Dan jangan lupa share juga pengetahuan baru yang kamu dapatkan di pameran ini yaa..

Jadwal Pagelaran Wayang Kulit Durasi Singkat Bulan November 2017



Bagi kalian yang suka nonton pagelaran wayang kulit, ini adalah jadwal pagelaran wayang kulit durasi singkat yang diadakan oleh museum sonobudoyo Yogyakarta.

waktu pementasan mulai pukul 20:00 ( 08.00 pm ) - 22:00 ( 10.00 pm) WIB
tiket masuknya Rp 20.000 / orang
loasinya di pendopo timur Museum Sonobudoyo, Yogjakarta

 jangan sampai ketinggalan ya..

Thursday, 16 March 2017

10 Barang Yang Wajib Dibawa Saat Berlibur Ke Pantai


Pantai, satu tempat liburan yang tidak pernah ada habisnya. Hamparan pasir dipadupadankan dengan deburan ombak membuat pantai menjadi satu lokasi dengan beragam aktivitas wisatawan. Mulai dari berjemur, berenang, bermain bola pantai, ataupun menyelam.

Namun bila tertarik liburan ke pantai, Anda sepertinya wajib membawa sejumlah barang ini, Apa saja?

1. Krim tabir surya atau sun block.
Jangan pernah pergi ke pantai sebelum Anda mengoleskan krim tabir surya atau sun block ke kulit, terutama di wajah. Karena sengatan matahari bisa membakar kulit yang tidak tertutup sun block. Alhasil, setelah liburan kulit akan mengelupas seperti sisik ular.

2. Kacamata hitam atau sunglasses.
Kacamata hitam cukup berguna untuk menangkal sinar matahari yang menyilaukan pandangan, terutama di siang hari. Saat Anda berjemur atau bermain voli pantai, keberadaan matahari akan cukup menggangu pandangan. Maka tidak ada salahnya menenggerkan kacamata hitam di depan mata Anda untuk mendapatkan liburan yang nyaman.

3. Sandal.
Tinggalkan sepatu kets, apalagi hak tinggi, ketika liburan di pantai karena dua jenis alas kaki itu tidak akan berfungsi sempurna. Di pantai, alas kaki yang menjadi andalan adalah sandal, baik yang berbentuk sandal biasa maupun jepit.

Berjalan di pantai dengan sandal membuat langkah kaki ringan. Pasir pantai tidak akan menyelip antara sela-sela kaki dengan alasnya, tak seperti sepatu yang membuat pasir mengendap di dalamnya.

4. Kain pantai.
Jangan lupa membawa kain pantai saat liburan di tepi laut. Selain berfungsi sebagai alas duduk atau rebahan, kain pantai juga bisa dililit ke tubuh menjadi gaun atau rok.

5. Air mineral.
Sediakan sebotol air mineral dalam barang bawaan Anda. Cuaca yang cukup panas di pantai bakal menyerap cairan tubuh. Akibatnya Anda akan mudah haus. Sekitar pantai, pastinya ada banyak penjual air kemasan. Tapi sebaiknya hindari air berasa manis karena hanya akan menambah rasa haus. Selain itu, air mineral jauh lebih baik dari air kemasan mana pun karena mampu mengganti cairan tubuh dengan maksimal.

Wednesday, 15 March 2017

Wonderful Indonesia Juara di Pameran Pariwisata Terbesar Dunia di ITB Berlin

Wonderful Indonesia
Menpar Arief Yahya tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Pavillion Wonderful Indonesia yang dia gawangi sukses mempertahankan gelar sebagai The Best Exhibitor 2017 di ITB Berlin, yang diumumkan 12 Maret 2017 dini hari pukul 02.30 WIB tadi. Indonesia kembali mengungguli pesaing dekatnya, "Imagine" Korea Selatan (no 2) dan "Amazing" Thailand (no 3).

Ini merupakan prestasi kedua yang dicapai Menpar Arief Yahya. Tahun 2016 lalu, bendera Merah Putih juga tampil di stage ITB Berlin, sebagai The Best Exhibitor 2016, mengungguli "Imagine" Korea Selatan (no 2), "Incredible" India (no 3), disusul Maldives, Srilanka, Philippines. Tetangga Malaysia yang hobi mempromosikan karya budaya Indonesia pun hanya puas di nomor 10, dari 75 negara di 3 benua, dan 1466 exhibitors.

"Ini prestasi yang membanggakan. ITB Berlin adalah pameran pariwisata terbesar dunia, diikuti 187 negara, 10.000 exhibitor, 180.000 pengunjung di Messe Berlin. Semua industri pariwisata, tour travel, airlines, cruise, hotel, resort, atraksi, pemerintah, asosiasi kumpul di ITB Berlin. Dan Wonderful Indonesia menunjukkan kelasnya di level dunia," ujar Menpar Arief Yahya, yang tiga hari berada di ibukota Jerman itu.

Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh Luncurkan Kalender Event “The Light of Aceh” 2017


Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh secara resmi merilis sejumlah event “The Light of Aceh” pada tahun 2017 baik bertaraf nasional maupun internasional mengingat Aceh telah mendapatkan predikat “The World’s Best Halal Cultural Destination” diajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 lalu.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyebutkan, digelar sejumlah even ini guna mendukung Aceh sebagai salah satu tujuan wisata “Muslim Friendly Destination” dan kesempatan untuk mengangkat dan mengenalkan kembali nilai budaya Aceh yang bernafaskan Islam kepada wisatawan.

“Setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Aceh mengalami peningkatan. Pada Tahun 2016 ini sebanyak 2.154.249 orang wisatawan terdiri dari 76.452 orang wisman dan 2.077.797 orang wisnus,” rincinya.

Kehadiran Calendar of Event (COE) dengan branding “The Light of Aceh” tersebut, tambah Reza merupakan bagian dari progam “Wonderful Indonesia” dari Kementerian Pariwisata RI, dimana penyelenggaraan berbagai even atau atraksi wisata serta paket-paket wisata dan keikutsertaan pada berbagai pameran pariwisata nantinya bisa menargetkan peningkatan angka kunjungan wisatawan ke Aceh, sekaligus mendukung program Pemerintah untuk mensukseskan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke nusantara pada tahun 2019.

Destinasi Selam Indonesia Jadi Liputan Utama Dive Magazine

Foto By: Indonesia.Travel

Dive Magazine, majalah digital scuba terbesar di dunia, menuntaskan janjinya. Usai menyematkan gelar The Most Popular Dive Destination 2017 kepada Indonesia, Dive Magazine langsung mempublikasikan 10 top destinasi diving di Indonesia. Dari mulai Pulau Weh di Aceh, hingga Raja Ampat di Papua Barat, semua diulas lengkap dengan balutan foto-foto bawah laut Indonesia yang super keren.
 
Indonesia memang sudah terbukti layak menyandang predikat the best diving spot in the world. Lokasi diving di Indonesia tidak ada yang mengalahkan. Punya coral terhebat, terlengkap dan terbaik di dunia. Garis pantainya? Terpanjang nomor 2 di dunia. Itu sebabnya Dive Magazine tak membutuhkan waktu lama untuk mengulas top 10 spot diving terbaik di Indonesia versi mereka sendiri.
 
“Indonesia sudah memenangkan Best Dive Destination 2017 pilihan pembaca kami. Inilah pilihan tempat menyelam terbaik di negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.500 pulau dengan wilayahnya yang memanjang dengan jarak bujur sekitar 5000 km,” tulis ulasan di Dive Magazine.

Meramu Nusantara Kecil - Rumah yang bercita-cita melestarikan keragaman Indonesia.

Meramu Nusantara Kecil
Gerbang yang menampilkan Surya Majapahit, stupika, dan dewa-dewi Hindu. Sentuhan pada arsitekturnya mengingatkan kita tentang kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara, Majapahit. (Rahmad Azhar Hutomo/National Geographic Indonesia)



Nusantara menyimpan kemegahan yang sepatutnya dilestarikan. Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo menampilkan kembali kebanggaan negeri ini dan kearifan kisahnya. Sebuah ajakan serius untuk menghargai warisan leluhur.

Mata saya berulang kali melirik ke arah tembok gerbang nan megah yang menampilkan relief bintang besar, stupika, dan dewa-dewi Hindu. Seketika itu juga alam pikiran saya dibawa ke zaman kejayaan kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara, Majapahit. Apa cerita di balik dibangunnya gerbang itu?
“Saya ingin merekonstruksi peninggalan Kerajaan Majapahit,” ujar Luluk Sumiarso sembari melirik ke arah gerbang agung tersebut. Lelaki itu pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Energi Terbarukan Kementerian ESDM pada 2010-2011. Dia turut serta dalam upaya pelestarian bersama teman-temannya di Yayasan Peduli Majapahit.

Thursday, 9 March 2017

Ayo Segera Daftarkan Diri Kamu Di Toraja Film Festival 2017






Kompetisi Film Pendek

(Fiksi dan Dokumenter)

Merupakan kompetisi film dengan 2 kategori utama yakni kategori Fiksi dan Dokumenter. Durasi film yang diperlombakan  maksimal 30 menit.
Kategori Pemenang Piala:
  • Fiksi Umum
  • Fiksi Khusus
  • Dokumenter Umum
  • Dokumenter Khusus

SYARAT DAN KETENTUAN TORAJA FILM FESTIVAL 2017

 1. PERSYARATAN UMUM
  1. Peserta Kompetisi dibagi dalam dua kategori:
  • Kategori Umum,
  • Kategori Khusus.
  1. Kategori film terdiri dari dua kategori:
  • Fiksi,
  • Dokumenter,
  1. Durasi Film :
    • Kategori Umum : 10 – 30 Menit, Sudah termasuk Credit title.
    • Kategori Khusus : antara 7 – 30 Menit, Sudah termasuk Credit title.
  2. Peserta diperbolehkan mengikut sertakan lebih dari pada 1(satu) karya film.
  3. Tahun Produksi 2015 – 2017.
  4. Film yang diikutkan lomba adalah hasil karya orisinal, bukan hasil jiblakan dan/atau mengambil sebahagian hak cipta orang lain.
  5. Tidak menggunakan footage dari film yang diproduksi pihak lain.
  6. Film yang diikutkan lomba boleh diperlombakan sebelumnya di kompetisi lainnya.
  7. Penggunaan scoring music harus merupakan karya orisinil ataupun free musik yang bisa diunduh dari internet, jika menggunakan musik orang lain harus mengikut sertaka surat keterangan izin dari pemiliknya.

Wednesday, 8 March 2017

Sri Sultan Hamengku Bawono X Mengukuhkan 12 Desa Di Sleman Sebagai Desa Budaya




Sebanyak 12 desa di Sleman dikukuhkan sebagai desa budaya oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bawono X berdasarkan Surat Keputusan (SK) No.262/KEP/2016 tentang Penetapan Desa/Kelurahan Budaya.Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara menjelaskan, keberadaan desa budaya tersebut bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi budaya yang dimiliki. Selain itu, bertujuan untuk memelihara nilai-nilai budaya,  adat dan istiadat serta tradisi di masyatakat.

“Sebelumnya, terdapat enam desa budaya di Sleman, tahun ini bertambah enam lagi sehingga total desa budaya yang dikukuhkan berjumlah 12 desa,” katanya, Sabtu (4/3/2017).

Kedua belas desa berbudaya itu meliputi Sinduharjo, Bangunkerto, Sendangmulyo, Argomulyo, Wedomartani, Banyurejo, Girikerto, Margoagung, Wonokerto, Sendangagung, Margodadi, dan Pandowoharjo.

Aji berharap, dengan status desa budaya semangat masyarakat untuk melestarikan budaya dan tradisinya bisa dilakukan dengan baik. “Desa budaya diarahkan untuk mewujudkan masyarakat berbudaya. Jadi nilai-nilai budaya mereka bisa diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Pelestarian budaya dan tradisi di masyarakat, sambung Aji, dapat dimulai dari masyarakat. Saat ini, dari 17 kecamatan baru ada 12 kantor yang memiliki perangkat gamelan.  

()

Tuesday, 7 March 2017

Kelahiran 2 Ekor Anak Harimau Benggala Di TM. Mangkang



KERJA sama konservasi ex-situ satwa liar yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah membuahkan hasil dengan diketahuinya kelahiran dua ekor satwa Harimau Benggala di Taman Margasatwa (TM) Mangkang, Provinsi Jawa Tengah.

Dua ekor anak harimau, yang lahir pada Jumat (3/3) tersebut terdiri dari jantan yang diberi nama Gagah dan betina yang diberi nama Cantik. Keduanya lahir dari pasangan Kliwon dan Rengganis.

Dengan adanya kelahiran dua ekor Harimau ini menambah koleksi satwa Harimau Benggala menjadi sebelas ekor. Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) merupakan satwa langka endemik negara India dan saat ini berstatus terancam punah (endangered) berdasarkan IUCN Red List.

TM Mangkang terletak di Kota Semarang di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Saat ini lembaga tersebut dalam proses perubahan pengelolaan menjadi Perusahaan Daerah sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah yang telah disahkan oleh DPRD Kota Semarang tanggal 17 Februari 2017. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.31/Menhut-II/2012 tentang Lembaga Konservasi, bahwa bentuk Lembaga Konservasi tidak boleh dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

TM Mangkang didirikan sebagai bentuk konservasi ex-situ tumbuhan dan satwa liar sekaligus media edukasi bagi masyarakat. Sampai saat ini, telah terdapat sekitar 250 ekor koleksi satwa liar, beberapa diantaranya yaitu Harimau Benggala, Buaya Muara, Rusa Timor, dan Kijang

 KLHK terus melakukan pembinaan dan koordinasi dengan lembaga konservasi TM Mangkang dalam rangka menjamin lingkungan yang sehat dan aman untuk daya dukung satwa liar yang optimal. Peristiwa kelahiran satwa liar di dalam lembaga konservasi, merupakan salah satu bentuk keberhasilan pengelolaan lembaga dalam menyediakan daya dukung yang sesuai untuk perkembangbiakan satwa liar

Sumber: Media Indonesia

Taman Safari Indonesia Kedatangan Penguni Baru



Baru menetas. Foto: KLHK
Kabar gembira. Bertambah lagi belasan satwa langka, koodo dan harimau Benggala dari dua penangkaran konservasi ex-situ di Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat dan Taman Margasatwa Mangkang, Jawa Tengah.

Pada Kamis (2/3/17), 11 telur komodo menetas. Ia jadi harapan baru dalam penyelamatan satwa endemik Indonesia. ”Populasi komodo betina sangat kecild dibandingkan jantan,” kata Djati Witjaksono, Kepala Biro Humas Kementerian Lingkunagan. Dia memperkirakan, rasio 3:1.

Kehidupan komodo mengkhawatirkan karena beragam keterancaman, dari pemburuan liar sampai perusakan habitat alami di Taman Nasional Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pada 2016, tercatat 3.012 komodo tersebar di lima pulau, yakni, Pulau Padar, Rinca, Komodo, Gili Motang, dan Nusa Kode. Selain itu, masa kawin singkat berpengaruh pada kembangbiak komodo.

Monday, 6 March 2017

Festival Komodo 2017 - Kemeriahan Acara Ulang Tahun Taman Nasional Komodo Yang Ke 37




Puncak acara Festival Komodo 2017 yang digelar di Lapangan DTW Batu Cermin, Flores, dihadiri ribuan penonton, Ahad (5/03). Festival Komodo 2017 digelar sejak 4 Februari 2017 dengan berbagai rangkaian acara. Puncak acara itu digelar sehari sebelum hari ulang tahun Taman Nasional Komodo ke 37.

”Ini festival Komodo yang pertama, dan akan kembali dilaksanakan tahun depan dengan dukungan Kementerian Pariwisata. Kami yakin target 500 ribu wisatawan manca negara pada 2019 tercapai,” kata Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dhula, Ahad

Acara puncak yang didukung Kementerian Pariwisata itu menghadirkan endorser artis ternama nasional seperti Komodo Project dan drummer ternama Gilang Ramadhan.

Sejak Labuan Bajo ditetapkan sebagai salah satu tujuan utama yang akan dikembangkan sebagai Bali Baru, semua atraksi, amenitas, dan aksesibilitas di sana meningkat bagus.

”Perbedaannya itu nyata sekali, terutama pertumbuhan pembangunan di sini. Pelabuhan semakin baik, bandara semakin bagus, listrik makin kuat, jalan-jalan kami diperbaiki, dan perekonomian kami semakin membaik," kata Agustinus.

Ratna Surant, Asdep Strategi Pemasaran Mancanegara Kemenpar, mendukung pemerintah setempat menggelar Festival Komodo 2017.Apalagi, imbuh Ratna, awal tahun ini, Labuan Bajo telah dikunjungi Valentino Rossi (pebalap MotoGP) selama 3 tiga hari.


Pebalap itu datang ke Labuan Bajo untuk berlibur menikmati keindahan alam Indonesia dengan mengunjungi Pulau Komodo, Pulau Padar, Pink Beach, dan Manta Point.

”Ramainya Valentino Rossi berwisata bahari di Labuan Bajo di media sosial menjadi promosi yang luar biasa efektif," tambahnya.


Ratna menambahkan tempat-tempat pariwisata di Labuan Bajo antara lain Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin. Selain itu, beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo yakni Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo.

”Festival Komodo ini menjadi bagian upaya promosi pariwisata yang ditujukan pada daya tarik wisata satwa Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia," ujarnya.

Taman Nasional Komodo hari ini, 6 Maret, memperingati hari ulang tahunnya yang k 37. Taman yang terletak di antara Pulau Sumbawa dan Flores ini ini ditetapkan sebagai Taman Nasional Komodo pada tanggal 6 Maret 1980

Sumber : Tempo

Dinas Kebudayaan DIY Akan Mengadakan Kegiatan WORKSHOP VALUATION OBJECT Dari Tanggal 20 - 24 MARET 2017





1. Latar Belakang
Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan fasilitator bagi pengembangan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu tugas pokoknya adalah meningkatkan kompetensi dan pengetahuan bagi tenaga pengelola museum yang ada di Yogyakarta. Untuk itu pada tahun anggaran 2017 ini Dinas kebudayaan DIY akan mengadakan kegiatan ‘Workshop Valuation Object’.

Kita tahu bahwa nilai suatu objek atau koleksi museum memiliki nilai yang tak terhingga, sehingga susah untuk mengukur nilai tersebut dengan rupiah. Bahkan di museum negeri, nilai suatu koleksi sebagai aset negara diberi nilai Rp. 0 atau Rp. 1. Hal ini tentu sangat menyulitkan bagi pemerintah untuk menghitung berapa besar nilai rupiah aset koleksi museum yang dimiliki. Selain itu ketika ada amanah dari Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Permuseuman, dimana pada pasal 22 mengamanahkan bahwa dalam peminjaman koleksi khususnya ke luar negeri harus mendapatkan asuransi. Disisi lain kita tidak mengetahui berapa nilai rupiah dari suatu objek tersebut, sehingga tidak ada perusahaan jasa asuransi yang berani menanggung asuransi tersebut. Dengan mengetahui nilai aset yang dimiliki juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya anggaran/biaya dalam melakukan perawatan atau perlindungan terhadap koleksi.

Workshop ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan mengaplikasikan dalam menaksir/meng-asess objek atau koleksi museum sehingga ada gambaran berapa besar nilai suatu objek tersebut. Setelah peserta memiliki kompetensi atau kemampuan dalam melakukan penilaian objek/koleksi, tentu harus didukung dengan kebijakan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman dalam hal legalitasnya.

Wednesday, 7 September 2016

Moni, Surga Kecil Di Kaki Kelimutu

Rumah Adat di Desa Moni
Jika ingin menyaksikan keindahan panorama matahari terbit di Gunung Kelimutu yang merupakan salah satu pemandangan sunrise terbaik di Indonesia bahkan dunia maka sangat disarankan bermalam di Desa Moni terlebih dahulu. Mengapa? Karena desa ini merupakan desa yang paling dekat, terletak di kaki Gunung Kelimutu. Selain itu pemandangan yang tersaji di desa ini juga indah dimana terbentang hamparan sawah hijau yang luas dengan sistem teraseringnya, bukit – bukit yang memagari desa serta terdapat juga air terjun yang menyegarkan.

Wolor Pass di Lembata - Pesona Alam Bukit Cinta

Wolor Pass adalah bahasa Lamaholot, yang artinya Bukit Cinta.

Rasa penasaran membuat kami mendatangi Bukit Cinta, tiga jam sebelum pesawat mengangkut kami ke Kupang. Beberapa warga di sana merekomendasikan tempat itu sebagai lokasi untuk berfoto-foto.

Sewaktu Tempo bersama tiga media tiba di sana, hawa panas membekap karena matahari mulai meninggi. Namun mata bisa menyapu pemandangan di sekelilingnya. Ada bukit, gunung beratap awan, jalan-jalan yang meliuk, serta pantai biru dengan pasir putihnya.

Bukit Cinta adalah salah satu tempat wisata di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Letaknya berada di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan.

Monday, 5 September 2016

Gunung Guntur - Semerunya Jawa Barat


Gunung Kutu atau yang biasa dikenal dengan nama Gunung Guntur terletak di wilayah kecamatan tarogongkaler kabupaten Garut, Jawa Barat.  jika dari arah bandung, letaknya di sebelah kanan sebelum alun-alun tarogong.

Gunung Guntur merupakan gunung berapi tipe stratovolcano dengan ketinggian 2.249 meter Dpl ( diatas permukaan laut), dengan letak geografi 07 derajat 08'30" LS dan 107 derajat 20' BT. Gunung Guntur merupakan salah satu gunung berapi paling aktif pada dekade 1800-an. Tapi sejak itu aktivitasnya kembali menurun. Erupsi Gunung Guntur pada umumnya disertai dengan lelehan lava, lapili dan objek material lainnya dan letusan terakhir tercatat tahun 1847. Gunung Guntur mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn. seorang pria berkebangsaan jerman menjadi orang pertama yang berhasil menjejakan kaki dipuncak gunung guntur.